Pada hari jum’at tanggal 30 Oktober 2009, aku ada pelajaran Bahasa Inggris. Pada waktu itu, aku ada ujian. Aku lupa tidak belajar. Tapi aku yakin saja kalau aku bisa. Bel masuk berbunyi, miss Devina, guru bahasa inggrisku masuk ke kelasku. Dia menyuruh untuk mengumpulkan buku bahasa inggris karena ujian akan dimulai.
Pada waktu ujian, guruku mengabsen siapa yang ikut gelombang 1 dan 2. ternyata aku ikut gelombang 1. anak yang lain menunggu diluar. Pada waktu ujian berlangsung, kita tidak boleh menyontek agar hasilnya murni dari kita sendiri.
Pada waktu itu Miss Devina berkeliling dikelas untuk mengawasi kita. Waktu mengerjakan soal-soalnya tidak sulit-sulit, tapi gara-gara tidak belajar jadi sulit. Kemudian, waktunya sudah hampir habis, yang gelombang 1 harus mengumpulkan kertas ulangannya. Aku langsung mengumpulkan, meskipun belum yakin kalau jawabanku itu benar.
Satu minggu kemudian, kertas ulangannya di bagi. Aku kaget seklai. Aku takut nilaiku jelek, karena teman-temanku waktu menerima kertas ulangannya, nilainya di bawah 50. waktu giliran aku, aku kaget, nilai ulanganku jelek. Aku sedih tapi aku juga sadar kalau itu hasilnya dari diriku sendiri tanpa menyontek. Pada waktu semua sudah menerima. Guruku bilang, kalau dia sedih sekali melihat nilai-nilai muridnya. Aku sebenarnya juga ingin mendapatkan yang bagus. Kalau ada ulangan lagi aku akan belajar dan memperbaiki nilaiku yang jelek.

0 komentar:
Posting Komentar