Waktu aku membersihkan papan tulis dengan santai, tiba-tiba, “Hanum, aku juga waktunya piket ya…”. Aku sangat terkejut. Ternyata ada salah satu temanku memanggil. Dia waktunya piket juga. Dia itu anaknya malas. Dia jarang sekali menyapu. Lalu dia ikut membersihkan papan. Ketika asyik membersihkan, tiba-tiba dia mengotori bajuku dengan penghapus papan tulis. Dia melakukan itu dengan sadar.
Pada waktu itu, aku sangat kesal. Rasanya ingin marah, karena aku tidak suka sekali bajuku dikotori. Melihat bajuku kotor, dia tidak merasa bersalah, tapi senyum. Mulai saat itu, aku jauhin dia. Aku tidak bermaksud begitu, tapi aku menghindari dia, karena dia kalau bercanda keterlaluan sekali.
Ketika pulang sekolah, aku dirumah dimarahin sama ibuku. Aku tidak bisa jawab dan mendengarkan saja. Aku marah banget sama temanku itu. Karena dia itu nyebelin. Sampai sekarang bekas kotoran penghapus papan tulis dibajuku tidak bisa hilang.

0 komentar:
Posting Komentar